Taufik Basari adalah seorang advokat, aktivis hak asasi manusia, dan politisi Indonesia. Lahir pada 17 November 1976 di Jakarta, ia menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Indonesia dengan dua gelar — Sarjana Hukum (S.H.) dan Sarjana Filsafat (S.Hum.). Selanjutnya, ia memperoleh gelar master hukum HAM internasional (LL.M) dari Northwestern University, Chicago, Amerika Serikat melalui beasiswa bergengsi Fulbright Grant Award.

Kariernya sebagai advokat publik dimulai saat bergabung dengan LBH Jakarta pada tahun 2000 — dari posisi asisten pengacara publik hingga menjadi kepala divisi riset pada 2005–2006. Pada 2006, ia diangkat menjadi Direktur Bantuan Hukum dan Advokasi di YLBHI, kemudian mendirikan lembaga bantuan hukum sendiri, LBH Masyarakat, pada akhir 2007. Seiring waktu, ia banyak menangani kasus-kasus publik dan HAM, termasuk litigasi di tingkat pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK), serta berbagai kasus hak sipil, pelanggaran HAM, dan kebebasan sipil.

Selain sebagai advokat, Taufik juga aktif dalam dunia akademik — mengajar di Departemen Filsafat Universitas Indonesia dan aktif memberikan kuliah tamu di beberapa universitas. Sejak 2019, ia menjabat sebagai anggota legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)/Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mewakili daerah pemilihan Lampung I, melalui partai Partai NasDem.Pada 2024–2029, ia dipercaya memimpin Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI (K3) sebagai Ketua, dengan tugas mendalami isu-isu ketatanegaraan dan demokrasi.